Mencoba lebih produktif dengan menulis blog. Kenapa blog ini layak dibaca??? InsyaAllah isinya bermanfaat bagi khalayak umum
Rabu, 10 Februari 2016
Kamis, 04 Februari 2016
Cara Belajarku Tidak Efektif, Kok Bisa Ya ???
Assalamu'alaikum Wr Wb
Bismillahirrahmanirrahim
Cara Belajarku Tidak Efektif, Kok Bisa Ya ???
"Belajar di malam hari sampai begadang sendirian pernah, belajar kelompok saat liburan dengan teman sekelas juga pernah. Tapi, kok hasil belajar aku belum efektif ya???"
Mungkin kalian pernah mengalami hal tersebut yang menyebabkan hasil belajar tidak efektif dan menimbulkan rendahnya prestasi di sekolah. Nah, kendala yang teman-teman hadapi sebenarnya adalah waktu belajar yang tepat, cara belajar yang berkelompok atau bahkan keduanya.
Di tulisan saya kali ini mencoba memberikan informasi yang insyaAllah berguna bagi adik-adik saya yang masih duduk di bangku SMA, SMP atau untuk teman-teman saya yang sedah menempuh masa perkuliahan juga.
WAKTU BELAJAR YANG BAIK
Beberapa teman saya ada yang belajar di malam hari hingga mengorbankan waktu tidurnya, ada yang belajar di waktu dini hari, atau bahkan ada yang tidak belajar sekali di rumah hahah. Nah, yang manakah waktu yang tepat buat kalian belajar ???
Untuk permasalahan waktu sebenarnya pribadi masing-masing mempunyai waktu tersendiri yang membuat dia merasa nyaman dan produktif untuk mengingat pelajaran yang akan di pelajari esok harinya, kalian lah yang menentukan mana waktu terbaik yang dapat membuat anda merasa produktif dan efektif untuk belajar. Kalau anda merupakan orang yang insomnia ( bukan orang yg pelupa ya) yang tidak bisa tidur lebih awal sehingga anda menjadi owl night mungkin waktu belajar di malam hari adalah waktu yang tepat, tapi bagi anda yang senang untuk tidur lebih awal sehingga anda menjadi early bird dan suka terbangun di waktu dini hari mungkin belajar di waktu dini hari adalah waktu yang tepat. Namun, masing-masing waktu mempunyai manfaat dan kelemahan tersendiri
Belajar di Malam Hari
Bagi anda yang senang belajar di malam hari mungkin akan merasa tenang dan damai karena hanya ada anda dengan peralatan tempur ( plkp belajar ). Namun sesekali ada suara jangkrik yang menganggu tapi tidak terlalu menjadi masalah, Untuk anda yang sering berfikir sendiri di malam hari yang memungkinkan munculnya ide-ide baru, waktu ini mungkin dapat meningkatkan kreatifitas anda. Namun, belajar di malam hari akan mengorbankan waktu tidur anda secara biologis.
"Jika Anda benar-benar mengorbankan waktu tidur untuk terus menerus belajar, maka hasilnya tidak akan seefektif yang Anda pikirkan. Kondisi ini bisa benar-benar menjadi kontraproduktif," ujar penulis studi Andrew J Fuligni, profesor psikiatri dan ilmu biobehavioral dari UCLA, seperti dikutip dari Healthland.Time, Kamis (23/8/2012). sumber : health.detik.com .
karena saat anda mengorbankan waktu tidur anda secara biologis memungkinkan anda akan sulit menerima pelajaran esok harinya.
Belajar di Pagi Hari
Pagi hari dapat menjadi efektif untuk belajar karena kondisi tubuh yang telah beristirahat dapat kembali ke peforma terbaiknya kembali, kecuali jika mengalami salah bantal haha.
Belajar di pagi hari memungkinkan anda akan ingat pelajaran yang akan dipelajari di sekolah. Karena kondisi tubuh masih fresh dan otak juga masih fresh memungkinkan anda dapat memecahkan soal-soal yang sulit di pagi hari.
Nah, manfaat serta kerugian belajar di waktu tertentu sudah saya sampaikan. Untuk masalah belajar sendiri atau berkelompok itu juga termasuk pilihan pribadi masing-masing, dimana anda merasa sangat efektif disitu juga pilihan yang terbaik untuk anda. Menurut pengalaman saya, saya sendiri lebih efektif belajar sendiri dirumah apabila untuk memahami teori dan jenis-jenis soal, namun saat untuk mengerjakan soal-soal saya lebih baik belajar berkelompok karena dengan belajar berkelompok dapat membuat kita saling bertukar pikiran sehingga kita menjadi orang yang open minded. Harus di ingat untuk adik-adik dan teman-teman semua, prestasi akademik itu penting namun takdir kita sebagai makhluk sosial harus pula di pertanggung jawabkan. Pintar tidak melulu masalah akademik, namun juga non-akademik. So, cobalah untuk seimbang antara prestasi akademik maupun non-akademik.
Cukup sekian info yang dapat saya sampaikan saat ini, insyaAllah saya akan memberikan info-info penting lainnya untuk kepentingan umum dan pribadi.
Terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Rabu, 03 Februari 2016
Miripkah Aku dengan Dirinya ???
Assalamu’alaikum Wr Wb
Bismillahirahmanirrahim
Miripkah Aku dengan
Dirinya ???
Setelah lihat judul diatas apa coba yang kalian bayangkan
??? Kalau kalian membayangkan cerita yang akan
gua ceritakan saat ini adalah tentang keluarga yang anaknya tertukar saat
dirumah sakit karena ulah suster yang iseng suka nya gendong-gendong bayi terus
gatau mau ngembaliin dimana bayinya eh akhirnya di taro sembarangan terus di
comot pasangan suami istri sampe akhirnya bayi itu tumbuh dewasa dan sadar kalo
dia gak mirip babeh sama emaknya, berarti kalian terlalu banyak menonton FTV
atau film-film hidayah haha.
Karena sebenernya yang mau gua ceritakan adalah pengalaman
gua di pasar pal di daerah depok. Suatu hari gua ke pasar sama emak buat beli
celana baru ( Alhamdulillah ), sesampainya di pasar gua dan emak langsung
menuju toko sunda, kenapa di sebut toko sunda??? Karena pegawainya banyak orang
sunda. Nah,toko itu tuh barangnya di kelompokkan gitu, misalnya celana cowo ada
di sebelah kanan bagian dalam toko, baju-baju ada di sebelah kiri toko dll. Dan
kerennya toko ini tuh sistemnya kayak di obral gitu dan kalo mau nanya-nanya
bisa konsultasi dulu sama pegawainya yang cowok semua dan berada di dekat
stand-stand masing-masing jenis barang yang dijual. Pas gua lagi milih-milih
celana tuh ya sambil dipake buat dirasakan sentuhan lembut kainnya, kehangatan
kainnya, dan kenyamanan saat dipakai, aman atau tidaknya, berfungsi atau tidak
lampu seinnya ( eh dikira test drive mobil kali ya ), tiba-tiba ada suara
ibu-ibu yang haus akan belanja dan siap untuk menggunakan skill tawar
menawarnya yang suka bikin kepala berbie pusing sampai nyerah akhirnya ngasih
diskon 100% ke ibu-ibu itu (maaf ya kalo gak lucu-_-, but I’ll keep trying) ,
ibu-ibu itu ngomong gini
“ kang, eta celana sabaraha kang ? “
“kang ! “
“ aih akang kumaha sih jualanna! “
Tapi yang gua heran itu ibu teriak-teriaknya ke gua sampe
gua pun bingung nih ibu mau modus doang buat godain gua atau gimana ya, soalnya
tatapan matanya yang tajam membuat ku terpana akan kehororran pandangan
sinisnya. Dalam hati gua nih ibu jangan-jangan ngira gua pegawainya toko ini
kali ya, yaudah setelah gua merasa sedikit sadar akhirnya gua tanya aja
“ibu, maaf ibu nanya ke saya atau gimana ? tapi saya bukan
yang jualan bu-_- “
Setelah gua katakan kebenaran yang sebenarnya, ibu itu
akhirnya sadar akan ketampanan gua yang sesungguhnya eh maksudnya sadar akan
sosok gua sebenarnya adalah pembeli juga yang akhirnya ibu itu minta maaf.
Tapi, apakah gua mirip dengan pegawai toko itu sampai-sampai
ibu itu ngira gua termasuk pegawai toko itu, kejadian ini gak cuma sekali
lho-__- setiap gua kepasar itu gua sering dikira pegawai toko itu juga. Mungkin
emang pegawai di toko tersebut ketampanannya sama kayak gua haha jadi mirip
deh. Nah, sekarang udah tau kan kebenaran dan cerita sesungguhnya dari judul di
atas??? Kalo gitu gua pamit dulu ya, tunggu cerita selanjutnya yang insyaAllah
akan lebih menarik dan memotivasi para pembaca. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr Wb
Langganan:
Postingan (Atom)
