Assalamu’alaikum,
Muhamad Octamar Wahidullah.
Dilahirkan di Bogor pada 4
Oktober 1996 dengan panggilan Octa. Dengan seiring berjalannya waktu saya dan
keluarga menetap di Depok. Saya hidup 3 bersaudara dengan gender laki-laki semua.
Untuk riwayat sekolah di awali dengan bersekolah di taman kanak-kanak (TK)
Islam Nurul Muttaqien sejak 2002 hingga 2003 lalu di teruskan dengan bersekolah
di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekayon 15
Pagi yang terletak di Jakarta Timur sejak 2003 hingga 2009. Dengan memulai
kehidupan memasuki remaja di SMP Negeri 184 Jakarta Timur sejak 2009 hingga
2012, nama Octa yang akrab digunakan sejak lahir hingga SD berubah menjadi Oc.
Sejarah awal mempunyai panggilan akrab terbaru di SMP ini dikarenakan saya yang
seringkali menyebutkan Oc untuk mengkoreksi nama saya yang sering orang-orang
tuliskan dengan menggunakan Ok sehingga nama saya menjadi Oktamar. Alasan saya
sering mengoreksinya karena saya takut bahwa di Ijazah nanti nama saya ditulis
menggunakan nama Oktamar bukan Octamar, sejak saat itu teman-teman saya pun
sering memanggil saya dengan panggilan Oc (baca: Oce). Nama panggilan ini
membuat saya percaya diri dan merasa seperti punya keunikan dengan nama
panggilan saya, alasan itulah yang membuat saya mempromosikan nama panggilan
saya menjadi Oc bagi teman-teman sekolah saya yang berlanjut di SMA Negeri 98
Jakarta Timur yang mana saya bersekolah SMA sejak 2012 hingga 2015. Kehidupan
remaja saya lebih banyak di habiskan di SMA dibandingkan dengan di rumah karena
durasi sekolah yang dominan menghiasi kehidupan sehari-hari saya. Aktif di
organisasi dan olahraga membuat saya belajar untuk menjadi lebih dewasa serta
mengembangkan Soft Skill. Olahraga yang saya tekuni di SMA adalah Hockey.
Olahraga ini memang asing di telinga masyarakat Indonesia karena keterbatasan
fasilitas yang kita punya. Namun, dengan adanya keterbatasan dan
ketidakterkenalan olahraga ini di Indonesia membuat saya dan tim 98 Hockey Club
yang sudah berdiri sejak lama tetap konsisten untuk berlatih dan berjuang demi
menggapai cita-cita yang kami inginkan. Perjuangan di SMA tidak akan saya coba
untuk dilupakan karena perjuangan tersebut sangat berkesan dan memberikan saya
pelajaran untuk kehidupan di dunia nyata ini, termasuk perjuangan untuk diterima
di Perguruan Tinggi Negeri yang tidak mudah. Untuk diterima di PTN ada tiga
jalur yang saya telah ikuti yaitu, SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Perjuangan yang
mungkin akan saya ceritakan di lain waktu itu membuahkan hasil yang saya terima
dengan senang hati, saya sekarang resmi menjadi Mahasiswa Universitas
Padjadjaran jurusan Fisika.
Oke, mungkin cukup untuk perkenalan singkat saya di cerita pertama ini… Next story is about my experience in school.